4

Pemanasan

Wah, terakhir kali saya blogging tercatat di awal bulan Agustus lalu. 3 setengah bulan saya tinggalkan aktivitas ini, eh tidak... tidak tepat saya tinggalkan sih. Ada 1 draft tersisa di halaman edit post yang batal dipublikasi karena terlalu pribadi dan emosional (siap dihapus), ada 1 draft yang saya ingat saya hapus tapi saya lupa apa isinya, ada notepad berisi percakapan YM untuk bahan posting. Oh ya, sampai ada janji saya pada teman untuk posting resep masakan sederhana untuk dicoba dalam perantauan di huserba (hutan serba ada) berduri tempat mendulang minyak, halah.... Ok, ok, terlalu banyak pembenaran... saya yang moody ini intinya belum cukup mood untuk terjun lagi ke sini.

Tulisan ini saya buat sebagai pemanasan kembali untuk kembali nge-blog. Saya hanya akan mereview apa saja yang saya yang telah terjadi selama 3 setengah bulan ini.
Alhamdulillah, saya officially lulus dari kampus gajah, dinyatakan lulus tanggal 23 September 2008 dan diwisuda tanggal 25 Oktober 2008. Hmm... waktunya menentukan rencana ke depannya!

Dokumentasi :
Duh, baru sadar gak ada foto sendirian yang di sabuga pake toga dengan gaya yang mantap, jadi saya pajang foto dari kamera yang menurut saya the best saja...
best photo, with my bestie zack EL... latarnya ITB pisan jadi gw suka ;))

Apa yang dilakukan setelah lulus sebagai S1? Banyak pilihan mulai dari mencari kerja (ini yang paling banyak dilakukan), membuat usaha sendiri (untuk yang tidak mau bekerja pada orang lain), meneruskan pendidikan, atau mungkin langsung menikah?? Atau mungkin kombinasi dari keempat hal-standar-tersebut... Saya berharap bisa menjalani keempatnya secara bertahap (tidak berurut), di mana tahap pertama yang saya pilih adalah mencari pekerjaan.

Dokumentasi :
ngampar di Career Expo UI yg jauh dibawah ekspektasi, Titian Karir ITB the best la...

Momen pengangguran ini juga saya manfaatkan untuk nyampah creating quality time sebanyak-banyaknya dengan orang-orang yang saya sayangi (seudeuh...). Untuk saat ini acara-acara yang lebih bersifat spontan lebih saya sukai, karena acara-acara dengan perencanaan matang biasanya hanya akan menjadi wacana belaka -_-'.

Ya ya, beginilah kegiatan saya belakangan, masih pengacara :P
15

Reminder

Barusan, betul-betul barusan... Allah membunyikan reminder hati saya yang sering sekali lupa di-set manually.

Saya sedang berada di kamar belajar, di depan laptop saya, bersama si TA dan si kabel LAN yang tercolok di laptop. Sejak kakak menikah saya memang menempati kamarnya yang terbagi dua, dan salah satunya menghadap ke jalan dengan pintu langsung ke luar yang (sebenarnya) memungkinkan saya kabur di tengah malam. Posisi meja belajar yang menghadap jendela memungkinkan saya melihat kejadian-kejadian di jalan Merkuri Timur dengan cukup jelas. Anak-anak kecil bermain, mobil-mobil tamu yang datang, kucing-kucing liar, sampai kejadian siang ini. 

---

Prang! Begitu kira-kira salah satu dari sekian bunyinya.

Secara visual masih cukup terbayang di ingatan saya bagaimana penjual es campur beserta dagangannya itu jatuh di depan rumah saya. Tepatnya, hampir tegak lurus dengan posisi jendela di depan saya. Es-es dan sejenis kolang kaling berhamburan di aspal,  beberapa gelas ikut pecah. Gendongan dagang Bapak itu pun (bentuknya seperti tukang kerak telor) terbalik 90 derajat dari posisi normalnya. 

Saya langsung berteriak memanggil Mama dengan panik. Mama pun rupanya mendengar suara yang cukup ribut di depan rumah itu, lalu menyuruh saya membuka pintu depan. Saya tidak berani keluar, mata saya sudah berat dengan air. Ya, saya memang se-melankolis itu selain se-sanguin itu. Saya hanya mengintip dari jendela ruang tamu sambil menahan air mata yang ternyata sudah dilihat oleh Mama (sesedikit apapun itu, Mama selalu tahu...kenapa ya?). Dagangannya masih banyak, membuat saya semakin tidak tega. Betapa sulitnya Bapak itu mencari rezeki, dan dia survive karena usahanya dan karena Allah. Saya? Astagfirullah... saya ampas beut....

---

Ya Allah, betapa saya harus lebih banyak bersyukur lagi, lebih sering. Seharusnya saya selalu bersyukur, tetapi selalu itu adalah strata tertinggi dari kata keterangan frekuensi. Betapa sulit pencapaiannya...

Betapa saya sulit menge-set reminder saya sendiri... Ya Allah, terima kasih atas reminder hari ini...

Ya Allah, terima kasih atas semuanya...

12

Cerita makan malam

Percakapan makan malam kemarin. Ada Mama, Papa, dan saya.

(Jadi Mama dan Papa hari Minggu yang lalu pergi dalam acara kantor Papa, ke Taman Safari)

Mama : Mamah mah teu resep da ka Taman Safari kamari teh, eta mah jang barudak meureun nya...

Saya : Iya kali, Neng juga gak minat ke sana mah, mendingan ke Dufan

Mama : Ah tapi Mamah mah memang teu beuki jalan-jalan

Saya : Ari Neng sama Aa ngala ka saha atuh suka ulin?

- Ya, saya dan kakak memang bukan tipikal anak rumahan, sayangnya kakak saya berhasil kabur dan saya yang wanita ini harus pasrah dengan sulitnya keluar rumah. Tapi kalau di kompleks saya memang tidak minat sih main di luar rumah...Apa coba yang mau dilihat di Margahayu? Pemandangan? Mana ada... Makanan? Ngga oke... Cowo? Halah...kakak saya (and my ex, hihihi terpaksa ditulis --- ini juga kenalnya bukan di kompleks ya) adalah bagian dari sedikiiiiit sekali cowo "wajar" Margahayu *hahaha* -

Papa : Eh... ka Papah atuh... Papah suka main mah

Saya : Atuh kenapa kita jarang pergi-pergi?

Iya, keluarga kami jarang piknik *alah kamana atuh piknik*

Papa : Da Mamah-nya ngga suka

*siiiing....senyap sekitar 5 detik

Saya : Waduh... (dalam hati)

Papa : Eh ngga ada waktu juga ketang...sama ngga ada duit

Saya : Haha...Papah bagus membelokkan....hihihi, aman sentosa deh (dalam hati lagi)

1

Mainan baru




Jeans and coat by TopShop
Watch by Prada
Beauty mirror and perfume by Anna Sui
Boots by Faux
Sunglasses by Kirra
LOMO camera

Mainan baru saya di Polyvore...hohoho
Masih belum berbakat dalam menatanya secara cantik nih.

Ingin rasanya mengenakan pakaian macam di atas, jika saya tidak ingat saya akan dikira penjahat fashion *secara ini Indonesia, hareudang bo!*
Gila, pengen beut gw pake boots!
7

21, yesterday

Alhamdulillah :), and thanks to :

my beloved partner, who surprisingly came to my house at 7 a.m, woke the perawan-kebluk-abis-nonton-Euro up by nutnutnut^7 vibration, and brought me a thin-big-box from her and her hubbie

the new STs (Rifqi, Koh Junian, Desti Prima), who inspired me to finish my final thesis a.s.a.p

my 13404 friends...especially my dearest girls for the lovely suprise...hohoho

my ex *to whom i gave the first cake*, for ALL that I couldnt mention *wuih* and the conspiration with my girls

again, my dearest girls for the
FUN shopping trip to dress her up...hohoho...*sukses ya sayaang sidangnya*

and all of my fam and friends, with any form of affection...



already 21...whew...
4

Portugal vs Jerman sampai mimpi dan inspirasi

Dua dini hari yang lalu...

Prancis tidak lolos ke perempat final. Skip. Butut ah. Hehe. Saya pun beranjak ke tim dukung-dukungan saya selanjutnya *dukung-dukungan = gak niat-niat amat ngedukung*, Portugal yang bertanding melawan Jerman dalam perempat final Euro 2008. Alarm HP membangunkan saya pukul 1.30, saya pun mengambil remote dan menyalakan televisi. Melihat tampaknya masih lama saya pun terkulai lagi dan terbangun saat jam pertandingan menunjukkan menit ke-30. Wah, angka berapa itu? 0-2 untuk Portugal. Hiks,
sedih. Saya pun langsung mengaktifkan YM untuk mencari teman poci-poci. Seorang senior yang sedang invisible pun menyapa, rupanya dia invi untuk menghindari celaan teman-temannya atas ketertinggalan Portugal.

Beberapa menit sebelum turun minum, CR7 *idola masa SMA saya* meng-assist Gomes untuk memperkecil ketinggalan menjadi 1-2. Ayo, ayo… Jerman harus kalah. FYI saya benci Jerman dan Inggris *he he*. Saat
turun minum lapar menyerang saya, seorang teman lainnya di YM berkata “14045 aja, gw juga baru pesen”. Bah, lebay.

Babak kedua, beberapa lama berselang dan skor menjadi 1-3 setelah gol Ballack *sial*. Senior sang pendukung Portugal pun pamit tidur karena sudah yakin Portugal tidak akan menang. *Di pikiran saya : He? Bukannya semua hal bisa terjadi ya??* Lama-lama saya pundung sendiri karena tidak ada titik terang untuk Portugal dan terkulailah juga saya meninggalkan status YM : CR7, jangan nangis ya. Gw mau tidur ah.

Ternyata, dalam tidur saya memimpikan kelanjutan pertandingan itu. Pertandingan berujung pada skor 3-3 sampai harus dilakukan adu penalti. Dilakukanlah set-up dan pemilihan para pengeksekusi yang entah siapa karena saya toh sibuk berpikir dalam mimpi.
Pikiran saya : “Kalo Portugal aja bisa, gw juga harus bisa!!!"

Maksudnya...

Portugal : bisa menyamakan kedudukan, saya : bisa menyelesaikan suatu kegundahan. Keterkaitan yang agak terlalu dibuat-buat, dasar mimpi. Kalau di kehidupan nyata saya tidak akan sebegitunya terinspirasi dari suatu kejadian.

Haha. Sesuatu yang sedang menggundahi saya dalam kehidupan nyata berkolaborasi dengan pertandingan itu membentuk suatu inspirasi dalam mimpi saya. Agaknya mimpi saya itu ada di ujung tidur, karena sampai akhirnya saya dibangunkan Mama untuk Subuh pemenang adu penalti belum jelas *hehe*. Begitu bangun saya cek YM di mana ada beberapa pesan menggantung berisi skor akhir 2-3 untuk kemenangan Jerman dan beberapa celaan dari pendukung Jerman, huh.
5

Autis, menggila

Hari ini hari mencari sakura-my-fd, tapi dia tidak berhasil diketemukan juga. Humm, harus diikhlaskan mungkin ya...

Rencananya juga, hari ini saya akan menonton Kungfu Panda dengan ibu ini pukul 11.45 di XXI Ciwalk. Tetapi, ternyata dia harus bimbingan dulu *yang ternyata tidak jadi* sehingga baru free untuk menonton pada jadwal pukul 13.45.

Buat saya, 13.45 berarti sampai di rumah Maghrib (baca : malas).

Mengingat penatnya diri, saya memutuskan untuk menonton seorang diri, yang gampang saja, di Empire 21 alias BIP alias tempat mejeng para anak SMA. *ha ha*

Duduk di shaf K-kiri-dekat-lorong, yaaa... cukup nyaman lah untuk menonton film animasi ini.

Komentar :
Bagus, bagus banget. Antara kocak-super-ngakak dan bijak bermakna.
Terutama bagian quote berikut (yang juga sudah di-review bapak ini) :

the past is history, the future is mystery, but today is a gift - thats why we call it present - (Oogway on Kungfu Panda)

Plus plus lagi bagian Oogway si master berkomentar pada Po si panda sebelum dia menyebutkan quote mantap di atas...

youre too concern about what was and what will be

*bah, kesepet gini...that's so...me*

Yap...Saya *si autis yang menggila ini* sedang ingin memutar balik waktu kembali ke awal-tahun-ini. Memperbaiki kecerobohan dan pengambilan keputusan yang terlalu cepat itu.
Tombol undo, mesin waktu, apapun itu memang tak akan pernah ada. Hahaha.

Skip.
Sudahlah... sembuhlah Nya...